Cara Export Barang Keluar Negeri

Untuk beberapa pedagang UMKM, dapat lakukan tingkatkan pemasaran dengan mengekspor barang ke luar negeri.

Aktivitas export ke luar negeri lebih gampang dilaksanakan dibanding import paket dari luar negeri ke indonesia. Karena, ada ketentuan yang memberikan dukungan export dengan tidak kenakan pajak export atau bea ke luar negeri. sementara jika kita ingin kirim barang amerika ke indonesia dikenakan pajak import atau bea cukai

Mencuplik dari HSH, Senin (15/11/2021), export yang dikenai pajak salah satunya pada export kayu, rotan, CPO (crude palm oil). Untuk aktivitas export yang lain sekarang ini tidak dikenai pajak export diantaranya ialah export ikan, jagung, pisang, baju, alat electronic dan lain-lain.

Baca langkah export barang ke luar negeri:

1. Exportir menyiapkan barang yang hendak di-export dengan dilaksanakan packing, stuffing ke container sampai barang siap untuk dikirimkan. Sesudah barang siap dan telah ada agenda kapal yang hendak mengusung barang itu, exportir bisa ajukan document kepabeanan yang dikenali dengan pernyataan barang export (PEB).

PEB itu berisi data barang export salah satunya:

– Data Exportir

– Data yang menerima barang

– Data Customs Broker (jika ada)

– Fasilitas pengangkut yang hendak mengusung

– Negara Arah

– Detil barang, seperti jumlah dan tipe barang, document yang mengikuti, nomor container yang digunakan.

2. Document PEB disodorkan ke kantor Bea Cukai di tempat, lalu diberi kesepakatan export supaya barang dapat dikirimkan ke dermaga yang seterusnya dapat termuat ke kapal atau fasilitas pengangkut ke arah negara arah.

3. Tiap document PEB diharuskan untuk bayar penghasilan negara bukan pajak yang bisa dibayar di bank atau di kantor bea cukai di tempat.

4. Tiap barang yang hendak di-export memiliki ketentuan masing-masing bergantung akan barangnya. Misalkan kayu yang di-export membutuhkan document laporan surveyor, endorsement dari Tubuh Revitalisasi Industri Kayu, untuk barang yang lain berbentuk barang tambang ada juga yang menyaratkan untuk memakai laporan surveyor.

5. Bila Anda telah memperoleh konsumen (buyer), tentukan mekanisme pembayaran, tentukan quantity dan detail barang, dan lain-lain, karena itu seterusnya Anda dapat menyiapkan barang yang hendak Anda export dan beberapa dokumennya sama sesuai persetujuan dengan buyer.

6. Lakukan pernyataan pabean ke pemerintahan (Bea Cukai) dengan memakai document Pernyataan Export Barang (PEB) dan document pendampingnya.

7. Sesudah exportasi Anda disepakati oleh Bea Cukai, maka diedarkan document NPE (Nota Kesepakatan Export). Apabila sudah keluar NPE, karena itu secara hukum barang Anda telah dipandang seperti barang export.

8. Lakukan stuffing dan mengapalkan barang Anda memakai model transportasi udara (air cargo), laut (sea cargo), atau darat.

9. Mengasuransikan barang/ ekspedisi Anda (bila memakai termin CIF)

10. Ambil pembayaran di bank, bila memakai LC atau pembayaran diakhir